Posted by: martiana on: May 8, 2011
mengalun suara doni dan gita gutawa di winampku,
“Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu”
Bapak beribu ingatan mengalir dalam kenanganku, bagaimana engkau mengajarkan aku mengaji dengan sabar, suaraku yang terbata-bata melafalkan surat-surat pendek, dengan pelan kau menunjukkan ayat mana yang harus kubaca, saat aku sudah mulai menyerah dan malas belajar ngaji, kau bilang “bisa bukan dari kita sekejap belajar, tapi melalui proses, dan waktu yang tidak sedikit” otak kecilku langsung menangkap perkataan itu, dan mulai saat itulah aku mulai belajar melawan diriku sendiri,
saat anak-anak yang lain berlama-lama nonton tv, kau mematikan tv begitu adzan magrib terdengar, dan dengan terpaksa aku angkat tubuh kecilku untuk berwudhu, sholat berjamaah. jika anak-anak yang lain nonton sinetron bersama ibu dan bapak mereka, kami anak-anakmu kau ajari melihat berita, memperlihatkan pada kami ada dunia lain diluar sana, dari berita tentang perang irak yang tak berkesudahan dan kehidupan lady diana mewarnai malam-malam masa kecilku. walaupun waktu itu aku tidak tau dimana itu letak irak dan siapa itu lady diana, dan aku hanya ikut nimbrung dan mencoba mengerti arah apa yang dibicarakan di televisi.
Kau ajarkan kepada kami bagaimana menyetrika baju dengan rapi, safari selalu licin dulu sebelum kau berangkat mengajar, tapi sepertinya ilmu menyetrika rapi itu hanya turun ke Puput, aku hanya setengahnya saja bisa. kau selalu mengajarkan kepada kami tentang kerja keras, salah satu jemari tanganmu menunjukkan bagaimana kau mempertaruhkan dirimu untuk kami anak-anakmu. belum banyak yang bisa aku perbuat untuk bapak, sekedar melihatmu tersenyum itu adalah kebahagiaanku. kau yang selalu berkata “ngibadahe ojo lali”di telpon, suara itu selalu membuat matakku menjadi buram, kau yang tak bisa menahan tangis ketika rindumu padaku sudah tak terbendung dan tak mau berbicara padaku di telepon, aku kangen bapak,
insyaAllah, semoga Allah selalu melindungi kau dan ibu, memberikan umur yang barokah, dilapangkan kehidupan didunia dan akhirat, dan kami anak-anakmu semoga menjadi anak yang berbakti, soleh dan solehah, Engkau adalah sumber inspirasi kami, bagaimana kau membagi waktumu antara mengajar dan berwirausaha untuk mencukupi kehidupan kami, kau masih berkata tidak apa-apa saat sakit, maafkan kami anak-anakmu yang kadang masih belum bisa memenuhi harapanmu, maafkan kami yang kadang masih membuatmu kecewa, maafkan kami yang kadang masih membuatmu lelah pada tubuh rentamu, kami akan tetap berusaha membuatmu tersenyum bahagia melihat kami, Bapak, Ibu semoga Allah senantiasa merahmati kalian dengan kesehatan, kebersihan hati dan rejeki yang barokah amin….
Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu….
(yang terbaik bagimu by ada band)