Archive | May 2011

father and daugther

mengalun suara doni dan gita gutawa di winampku,

“Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu”

Bapak beribu ingatan mengalir dalam kenanganku, bagaimana engkau mengajarkan aku mengaji dengan sabar, suaraku yang terbata-bata melafalkan surat-surat pendek, dengan pelan kau menunjukkan ayat mana yang harus kubaca, saat aku sudah mulai menyerah dan malas belajar ngaji, kau bilang “bisa bukan dari kita sekejap belajar, tapi melalui proses, dan waktu yang tidak sedikit”  otak kecilku langsung menangkap perkataan itu, dan mulai saat itulah aku mulai belajar melawan diriku sendiri,

saat anak-anak yang lain berlama-lama nonton tv, kau mematikan tv begitu adzan magrib terdengar, dan dengan terpaksa aku angkat tubuh kecilku untuk berwudhu, sholat berjamaah. jika anak-anak yang lain nonton sinetron bersama ibu dan bapak mereka, kami anak-anakmu kau ajari melihat berita, memperlihatkan pada kami ada dunia lain diluar sana,  dari berita tentang perang irak yang tak berkesudahan dan kehidupan lady diana mewarnai malam-malam masa kecilku. walaupun waktu itu aku tidak tau dimana itu letak irak dan siapa itu lady diana, dan aku hanya ikut nimbrung dan mencoba mengerti arah apa yang dibicarakan di televisi.

Kau ajarkan kepada kami bagaimana menyetrika baju dengan rapi, safari selalu licin dulu sebelum kau berangkat mengajar, tapi sepertinya ilmu menyetrika rapi itu hanya turun ke Puput, aku hanya setengahnya saja bisa. kau selalu mengajarkan kepada kami tentang kerja keras, salah satu jemari tanganmu menunjukkan bagaimana kau mempertaruhkan dirimu untuk kami anak-anakmu. belum banyak yang bisa aku perbuat untuk bapak, sekedar melihatmu tersenyum itu adalah kebahagiaanku. kau yang selalu berkata “ngibadahe ojo lali”di telpon, suara itu selalu membuat matakku menjadi buram, kau yang tak bisa menahan tangis ketika rindumu padaku sudah tak terbendung dan tak mau berbicara padaku di telepon, aku kangen bapak,

insyaAllah, semoga Allah selalu melindungi kau dan ibu, memberikan umur yang barokah, dilapangkan kehidupan didunia dan akhirat,  dan kami anak-anakmu semoga menjadi anak yang berbakti, soleh dan solehah, Engkau adalah sumber inspirasi kami, bagaimana kau membagi waktumu antara mengajar dan berwirausaha untuk mencukupi kehidupan kami, kau masih berkata tidak apa-apa saat sakit, maafkan kami anak-anakmu yang kadang masih belum bisa memenuhi harapanmu, maafkan kami yang kadang masih membuatmu kecewa, maafkan kami yang kadang masih membuatmu lelah pada tubuh rentamu, kami akan tetap berusaha membuatmu tersenyum bahagia melihat kami, Bapak, Ibu semoga Allah senantiasa merahmati kalian dengan kesehatan, kebersihan hati dan rejeki yang barokah amin….

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu….

(yang terbaik bagimu by ada band)

catatan diakhir pekan

gunung putri

sabtu pagi kemarin, saat di masjid pln handphone ku berdering, aku lihat dilayar hanya nomor yang tertera tak ada nama, saat ku ucapkan salam disana tidak membalas, ternyata kakaknya temen yang tidak bisa membalas salam, atau tidak mau sebenarnya. Dia bertanya tentang izin naik ke gunung Gede, sekalian mengajak nanti tanggal 7-8 Mei, dengan tertawa aku menolak ajakannya, alasanku aku sudah terlalu berat untuk naik gunung, apalagi jalur gunung putri nanjak tiada abis, diapun memaklumi, dan menutup telepon dengan sopan.

tradisi merapi

malam ini, pukul 19.50 hpku bergetar mengalunkan intro lagu “disguise” lene marlin, ada sms masuk, dari seorang temen yang sangat semangat meminta aku datang ke tradisi merapi tanggal 7-8 Mei mendatang, padahal dari kemarin aku sudah menolak dan tidak bisa ikut karena suatu hal. tapi dia tetap melancarkan bujuk rayunya agar aku ikut, tapi insyaAllah hari sabtu nanti memang tidak bisa kutinggalkan, aku ingin bersama orang-orang itu duduk dimasjid membaca Alqur’an, bukan apa-apa rasanya aku tentram bersama-sama orang yang insyaAllah diberkahi Allah itu, walau aku tidak mengenal mereka, kata pepatah jika kita ingin berbau harum berkawanlah dengan penjual parfum. mungkin aku ingin sedikit tertular bau harum itu.

maaf kawan, maaf sahabat bukannya sekarang aku menghindar untuk ikut tradisi merapi, atau sudah tidak ingin lagi naik gunung, tapi mungkin waktu nya yang kurang tepat. pada Alamlah aku belajar mengenal tuhan, padanya aku belajar mengucapkan kalimat Illahi, setiap nafas yang kuhirup, setiap tetesan keringat, setiap beban yang kupanggil, aku ucapkan Laillahaillallah, maka aku akan kuat, sebenarnya itu lah rahasiaku setiap kali melangkahkan kaki ke Alam ciptaannya, tanpa mengeluh kenapa puncaknya belum terlihat, hanya memandang ke depan dan berjalan, karena ke gunung ini adalah pilihanku, tak ada yang memaksa, aku yang mau, dan aku mohon perlindunganMu ya Allah.

banyak orang bilang kenapa capek-capek naik gunung, toh tak ada yang didapat. jam 2 malam kita naik, mending dibuat sholat lail, ya ucapan itu tidak salah, tapi juga tidak benar seratus persen. percayalah banyak hal yang bisa kita pelajari di Alam Raya ini, mendengar suara desiran angin, suara serangga yang senantiasa bertasbih namaNya, melihat bintang gemintang yang maha luas, mengenal pribadi kita sendiri, egoiskah kita?, beranikah kita?, kita mungkin akan kaget dengan diri kita sendiri. alam raya dan kehidupan ini adalah sekolah tinggi yang tak pernah ada habisnya untuk kita pelajari, sampai maut menjemputpun mungkin kita tak pernah selesai mempelajarinya. kawan tak ada salahnya untuk kita belajar pada alam, menghormatinya berarti kita menghormati diri kita sendiri, melestarikannya berarti kita mempertahankan kelangsungan hidup anak cucu kita, untuk teman – teman yang akan naik gunung Gede dan ke Tradisi Merapi ingat 3 hal, Jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak, jangan mengambil sesuatu kecuali gambar dan jangan membunuh sesuatu kecuali waktu, dan satu lagi jangan lupa, dimanapun kita berada kapanpun itu jangan lupa bahwa kita makhluk Tuhan, jangan lupakan bahwa kita punya kewajiban, Sholat dan berbuat baik pada apapun itu….

Salam Lestari!!!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.