Martiana's Weblog

Harga Diri?

Posted by: martiana on: August 13, 2010

Apa itu harga diri? apa berapa banyak kita dibayar? atau seberapa banyak orang berani membayar kita? apakah harga diri orang yang kaya lebih besar daripada yang miskin? atau apakah seberapa orang hormat kepada kita?

ingin dihargai? kalimat apa lagi itu,  mengapa kita ingin dihargai, karena apa kita ingin dihargai, lalu bagaimana kita menghagai diri kita? apa dengan memakai baju yang mahal, sepatu mahal, jam tangan mahal, naik mobil mewah, lalu kalau seperti itu caranya, bagaimana aku mampu menghargai diriku sendiri, aku sangat bersyukur dengan kehidupanku saat ini, Alhamdulillah berlipat-lipat ganda, tapi (kalau bersyukur seharusnya tidak ada kata tapi, menikmati apa yang ada,he2) jika dengan menghargai diri sendiri seperti yang diatas tentu aku tidak mampu melakukannya, gajiku Alhamdulillah masih cukup untuk makan dan bayar kredit motor, tapi tak mampu untuk membeli sepatu mewah, baju mahal, mobil super mewah, jadi apakah aku masih pantas dihargai? lalu apa makna sebenarnya harga diri dan dihargai?

aku pernah sakit hati karena merasa tidak dihargai, aku rasa semua manusia yang punya hati pernah merasakan ini. Tapi kenapa kita sakit hati? toh kita masih bisa makan, masih bisa minum, masih bisa hidup walaupun pernah sakit hati karena tidak dihargai, jadi apa urusannya kita dengan harga diri dan ingin dihargai, apakah kita cukup berharga untuk dihargai? wah kalau itu, jujur sebesarnya aku sendiri tidak ingin dihargai, nanti kalau ada orang yang nawar bisa repot,he2,…

bagaimana kalau kita merasa tidak berharga untuk dihargai, aku rasa itu cukup fleksibel, kita bisa santai menjalani hidup, kita hanya melakukan sebaik mungkin yang kita bisa, walau kita merasa orang lain tidak memandang pekerjaan kita, toh kenyataannya memang itu hasil kerja kita, kita tidak akan sakit hati karena tidak dihargai karena diri kita sendiri tidak berharga, jadi tidak pantas untuk tidak dihargai,

kita tidak perlu repot-repot sakit hati karena orang yang telah kita bantu tidak mengucapkan terima kasih, karena kita tidak merasa berharga untuk ucapan tersebut. hanya berpikir wajarlah tanpa uncapan terimakasih itu mungkin bantuan kita tidak seberapa atau mungkin kita juga pernah tidak mengucapkan terimakasih pada orang yang telah membantu kita, jadi “impas”. dan tak ada yang kebetulan didunia ini, ini semua pertolongan Allah,kita ada karena Allah dan orang lain tidak ada juga karena Allah. jadi bantuan kita pun bukan dari kita tapi dari Allah, bukankah begitu?

bagaimana apa kita siap untuk tidak dihargai?

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.