Posted by: martiana on: June 6, 2010
Hidup Seperti dua mata sisi pedang,
disatu sisi dia bisa melindungi,
disisi lain dia bisa melukai,
Apa yang kita pikirkan jika dalam suatu perjalanan,
saat duduk dalam bis, kita mendengar satu firman Allah dari mulut seorang peminta, saya sebut dia peminta karena kenyataannya dia tidak bernyanyi atau menenteng gitar seperti layaknya seorang pengamen,
ada beberapa hal yang mungkin kita pikirkan, seperti berani sekali seperti menjual firman Allah, atau ini hanya taktiknya untuk mencari uang,
pertama kali mendengarnya, saya juga berpikiran seperti itu, tubuhnya kurus jangkung, dengan baju kemeja, dan tangan perpegangan pada besi, dia terlihat biasa saja, dari mulutnya keluar ayat-ayat kitab suci lengkap dengan terjemahan dalam bahasa indonesia, saya berpikir apakah ini demi selembar uang dia mencobanya seperti dakwah pada penumpang yang notabene hidup di negara dengan penduduk muslim terbesar didunia, sehingga tidak menutup kemungkinan para penumpang bus pun 75% muslim. Banyak cara untuk mencari uang memang, tapi…
disisi lain saya suka mendengarnya, dan saya ingin dia terus melakukannya, secara sadar atau tidak setiap orang yang mendengarnya akan berpikir bahwa apa yang dia bicarakan benar, siapa tahu ada hati yang terketuk hatinya, aku rasa banyak jalan untuk membuat hati-hati ini terbuka, dan mungkin itu adalah salah satu cara tuhan untuk mengetuk hati kita, yang karena kesibukan ibukota, tidak punya waktu hanya sekedar membuka amanahnya.
he2 entah benar apa tidak, dikembalikan lagi pada kita
(perjalanan naik bus manyasari kampung rambutan-pasar senen, jam 21.00 setelah pulang kerja dari puncak)