Posted by: martiana on: February 22, 2010
Uang, siapa manusia hidup yang tak menyukainya?
Kau menyukainya, Pedagang sayur, penjual jamu, pedagang gorengan, anak SMP, SMA, karyawan kantor, pengusaha, guru bahkan anak kecil umur tiga tahun sudah tahu apa fungsi uang,
Anak kecil merengek ke ibu bapaknya meminta uang untuk beli mainan, seorang penjaja koran harus berpanas-panas demi sejumlah uang untuk keluarganya, seorang pengusaha mati-matian mencari kontrak kerja untuk mendapatkan uang, bahkan seorang koruptor berusaha mengubah nilai kontrak juga karena uang,
Jadi apa nilai uang sebenarnya?
Aku pernah membaca satu pepatah bijak, bahwa nilai uang terletak karena kita hidup diantara orang yang terlalu tinggi menilainya,
Mungkin benar apa kata pepatah itu, jika kita hidup dihutan belantara tanpa manusia yang tau nilai rupiah atau dollar, mungkin kita tidak terlalu membutuhkan uang sehingga uang tidak ada nilainya, bahkan mungkin jika kedinginan kita rela membakarnya untuk menghanngatkan tubuh.
Aku berpikir seperti itu, bukannya aku meremehkan uang, atau aku tidak butuh uang,
Aku butuh uang, karena kenyataannya aku hidup diantara orang yang selalu membutuhkan uang, jadi aku harus punya uang untuk memenuhi kebutuhanku, dari beli makan, minum, sabun cuci, sampo, baju, sepatu, dan barang-barang lainnya, kita membelinya dengan uang, ya harus diakui uang memang penting, tapi sepenting itukah uang?
Aku lihat banyak orang kaya yang bunuh diri, bukankah harusnya dia bahagia dengan uangnya? Bukankah para orang kaya itu menimbun bertumpuk-tumpuk uang di bank? Jadi apa yang menyusahkannya?
Jadi aku berpikir, mungkin uang bukan yang terpenting, aku harus kembali berpikir bagaimana nilai uang yang sebenarnya?
Kemudian suatu saat, aku melihat seorang ibu yang melipat rapi uang ribuannya, hingga mulus, dan pada kesempatan lain aku melihat seorang kakek memasukkan uang ribuannya dengan hati-hati disaku bajunya, sambil tersenyum melihatku, uang ribuan!!! Seribu,, dua ribu, tiga ribu,…
Uang ribuan yang kadang hanya aku dan teman-teman ku geletakkan disudut kamar, menjadi begitu penting ditempat orang yang sangat membutuhkan,
Jadi aku berpikir aku harus menghargai uang, mereka yang sangat membutuhkannya, sangat tau bagaimana memperlakukannya, jadi mungkin nilai uang terletak pada siapa yang memegangnya, disaku siapa dia berada, uang seribu menjadi sangat berharga ditangan seorang ibu yang sangat butuh membeli susu untuk anaknya, tapi uang ratusan ribu takkan ada harganya ditangan seorang balita. Benarkah? Apakah itu nilai uang?
Kenapa orang berlomba-lomba mendapatkan uang yang banyak? Apakah biar bahagia? bukankah Tuhan menyuruh kita hidup sederhana? Bukankah dengan uang yang tidak terlalu banyak sudah bisa untuk hidup sederhana? Tidak berlebihan?
Apa menurutmu aku tidak suka uang? Kau salah, aku sangat suka uang, karena itulah aku disini, bekerja disini untuk mendapatkan gaji berupa uang, tapi bisakah kita menempatkan uang pada posisinya, bukan pada tujuan kita, tidak bolehkah aku berpikir begitu? Tidak bolehkan aku merasa tidak kekurangan apapun? Tidak bolehkan aku melakukannya? Tolong… jangan berpikir apa yang aku lakukan sia-sia, apa yang aku lakukan adalah hal yang konyol dan tidak merubah keadaan apapun, apakah benar begitu? aku … hanya berusaha meletakkan nilai uang pada posisinya, tidak pada hatiku dan tidak pada pikiranku,
Suatu saat kita akan belajar bahwa memberi ternyata sangat menyenangkan, ternyata yang membuat hati dan pikiran kita tenang adalah ikhlas, yang cepat menyembuhkan hati yang terluka adalah juga ikhlas, jadi bisakah kita belajar ikhlas, kata yang mudah diucapkan tapi tidak mudah dilakukan. Kau taukawan? aku sudah pernah merasakan nikmatnya ikhlas, karena itulah aku bercerita padamu, sehingga kita bisa belajar bersama tentang ikhlas, bukan tentang uang atau harta benda yang sering kau ceritakan itu,
Karena, kawan…..
aku tak melihatmu bahagia saat kau bercerita tentang kain-kain sutera, batu-batuan permata dan tentang semua apa yang kau miliki, kau hanya terlihat tidak bahagia…..
jadi semua ini tentang uang, karena uang, sebuah keluarga yang terpecah, seorang suami yang disia-siakan, seorang anak yang terpisah dari bapaknya, atau seorang bapak yang koruptor?